Apa Saja Yang Membatalkan Puasa kita

Apa Saja Yang Membatalkan Puasa

         tidak terasa kurang dari 10 hari lagi kita akan memasuki Romadhon bulan penuh berkah, dimana dibulan ini Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk umat manusia. dan allah telah menjadikan puaa dibulan ini sebagai salah satu rukun islam yang wajib kita kerjakan, namun dalam pelaksanaan kita sering keliru bahkan tidak tau hal-hal apasajakah yang membatalkan puasa, dan tentu saja ini menjadi salah satu hal terpenting yang harus diketahui. maka apasajakah yang membatalkan puasa?.
     pembatalan puasa yang diebutkan dalam Al-Quran ada tiga macam, yaitu makan, minum dan jimak dengan dalil dalam  Al-Quran :

حِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."
  • makan dan minum
makan minum disini terlepas dari kategori halal maupun haram, memberi manfaat atau madhorot, sedikit atau banyak. para ulama sampai manyatakan "sekiranya seorang hanya minum setetes embun, pasti puasanya batal" padahal setete embun tidak memberi manfaat pada tubuh.
  • jimak
jimak merupakan pembatalan yang cukup berat. sebab bagi yang melanggarnya wajib membayar kafarat, berupa pembebasan budak, jika tidak mampu maka ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut. dan jika tidak mampu ia harus memberi makan 60 orang miskin.
  • mengeluarkan mani secara sengaja (onani,masturbasi)
jika seseorang mengeluarkan mani secara sengaja maka batallah puasanya. namun ia tidak dikenai kafarat, karena kafaratnya hanya khusus bagi jimak.
  • suntikan yang berfungsi sebagai pengganti makan dan minum
adapun suntikan yang tidak berfungsi sebagai nutrisi, maka tidaklah membatalkan puasa, baik disalurkan melalui urat maupun otot. karena bukanlah termasuk makan dan minum, juga bukan pengganti makan dan minum.
  • muntah dengan sengaja
jika seorang muntah dengan sengaja maka batallah puasanya, namun jika ia muntah tampa sengaja , maka puasanya tetap sah.
  • keluarnya darah haid atau nifas
jika seorang wanita mengeluarkan darah haid atau nifas, maka batallah puasanya, meskipun keluarnya hanya sesaat sebelum terbenam matahari, namun kalau keluarnya darah tadi setelah terbenamnya matahari, meskipun hanya sekejap saja, maka puasanya tetap sah.


meskipun demikian pembatal-pembatal puasa tersebut hanya akan berlaku apabila memenuhi tiga syarat yaitu tahu,ingat dan kehendak.
  • tahu (al-ilm)
jika seseorang melakukan  salah satu dari pembatalan tadi karena ketidak tahuan maka puasanya tetap sah.

ا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

  • ingat (adz-dzikr)
ingat (dzikr) adalah lawan dari kata lupa (nisyam), sekira seorang yang berpuasa makan dan minum karena lupa, maka puasanya tetap sah.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ, فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ, فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اَللَّهُ وَسَقَاهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
وَلِلْحَاكِمِ: – مَنْ أَفْطَرَ فِي رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلَا كَفَّارَةَ – وَهُوَ صَحِيحٌ 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang lupa sedang ia dalam keadaan puasa lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya karena kala itu Allah yang memberi ia makan dan minum.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 1155).




  • kehendak (al-irodah)
sekiranya seorang yang berpuasa mengerjakan pembatal-pembatalan puasa tampa sekehendak dan pilihannya sendiri maka puasanya tetap sah, Dan, sekiranya serang berkumur-kumur lalu ada air tampa sengaja masuk  maka puasanya tetap sah.

demikian lah beberapa hal yang membatalkan puasa dan syaratnya, semoga puasa kita diteima dan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.







referensi :  Muhammad bin Sholih Al;Utsaimin, 48 su'alan fi sh-shiyam, Al-qowam, solo 2006, hal 28.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel