Cara Mengingatkan Orang Saat Khutbah

         Tak jarang saat kita menunaikan ibadah Sholat jum'at  pada waktu Khotib sedang menyampaikah Khotbah masih banyak orang yang bercakap-cakap atau sibuk dengan gadged atau Hp mereka, sehingga orang-orang disekitarnya merasa tidak nyaman atau tidak fokus terhadap apa yang disampaikan Khotib. dan sering kali ragu untuk menginatkan mereka karena takut  jum'at kita batal sehingga sering kali kita biarkan karena tidak tau cara yang tepat untuk mengingatknnya.
                   Berdasarkan sabda Nabi SAW, " jika engkau berkata pada temanmu, 'Diam', pada hari jum'at ketika imam (khotib) sedang berkhutbah maka engkau telah melakukan kesia-siaan"  cukup dengan isyarat. demikian yang dilakukan oleh Ahmad, yaitu dengan menempelkan jari pada mulut (yakni syarat untuk diam). orang yang berpendapat bolehnya berisyarat tampa berbicra adalah Zaid bin Shauhan, Abdurrahman bin Abu Laila, Ats-Tsauri, Al Auza'i dan Ibnub Al Munzir sedangkan Thawus memakruhkannya. dalilnya adalah hadits yang mengatakan bahwa ketik ada orang yang bertanya pada Nabi " kapan terjadinya kiamat?" orag-orang berisyarat padanya agar diam, hal itu disaksikan oleh Rasullullah SAW dan beliau tidak mengingkarinya. juka karena berisyarat dibolehkan dalam sholat, yang shalatnya bisa batal lantaran berbicara (tapi tidak batal lantaran berisyarat, maka pada khutbah lebih tidak membatalkan.











catatan kaki :
Takhrijnya dikemukakan pada nomor 69
Yaitu zaid bin Shauhan bin Hujr bin Al Harits bin Hijris. dia masuk islam pada masa hidupnya Nabi SAW namun tidak pernah menyertai beliau, ada yang mengatakan bahwa ia terbunuh bersama sudaranya , Saihan, lalu keduanya dikuburkan dalam satu kuburan. Tahdzib As-sair (368)

referensi  :
       Al Mughni/ Ibnu Qudamah, Al Mughni PUSTAKAAZAM, Jl. Kampung Melayu Kecil III, Oktober 2007

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel