Jumlah rakaat sholat tarowih







Jumlah rakaat sholat tarowih

       assalamualaikum wr wb, selamat pagi/siang/sore/malam dan kapanpun teman-teman semua membaca tulisan ini yang insyaallah di rahmati ALLAH SWT. Tidak akan lama lagi bulan yang kita tunggu-tunggu yang penuh dengan rahmat dan ampunan, yang datang untuk membangunkan kita dari kelalaian, yang tidak lain dan tidak bukan adalah bulan Ramadhan.  yang mana pada bulan ini semua pahala amal sholeh dilipat gandakan oleh Allah SWT, namun pada bulan ini ada salah satu amalan ibadah yang istimewa, kenapa bisa istimewa  karena amalan ini hanya ada pada bulan ramadhan yaitu sholat tarowih. namun dalam pelaksanaanya masih banyak pertanyaan-pertanyaan seputar sholat tarowih, salah satunya '' apakah ada bilangan khusus dalam sholat tarowih di bulan ramadhan?".
       tidak ada bilangan khusus dalam pelaksanaan sholat malah di bulan ramadhan yang menunjukan sebuah kewajiban. sekiranya seseorang ingin melaksanakan qiyamul lail (sholat tarowih) semalam suntuk, maka tidaklah mengapa. demikian sholat sebanyak dua puluh rakaat ataupun lima puluh rakaat, maka juga tidak mengapa.
       namun, mengenai bilangan yang lebih utama untuk dilaksanakan dalam sholat tarowih adalah sebelas atau tiga belas rakaat, sebagaimana yang dilaksanakan oleh nabi. sebab Ummul mukminin Aisyah pernah ditanya " bagaimana nabi SAW melaksanakan qiyamul lail dibulan ramadhan ?" maka ia menjawab " beliau melaksanakan qiyamul lail sebanyak sebelas rakaat, tidak pernah menambah baik dibulan ramadhan maupun diluar ramadhan "( diriwayatkan oleh Bukhori no. 1147 dan Muslim no. 1670).
       yang perlu diketahui pelaksanaan dari masing-masing rakaat dalam qiyamul lail ini hendaklah sesuai tuntunan syariat, yaitu memperpanjang bacaan, rukuk, sujud, berdiri dari rukuk (i'tidal), dan duduk diantara dua sujud. tidak seperti yang dilakukan sebagian kaum muslimpada hari ini, dimana mereka melaksanakan sholat dengan begitu cepatnya, sehingga mencehah para jamaah dapat melaksanakan sholat sebagaimana mestinya.



Muhammad bin Sholih Al;Utsaimin, 48 su'alan fi sh-shiyam, Al-qowam, solo 2006, hal 28.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel