Strategi penaklukan islam dan umat muslim di dunia


Strategi penaklukan islam dan umat muslim di dunia

Belum lama dunia khususnya Negara-negara islam sempat di gemparkan dengan kebijakan presiden baru Amerika Serikat  Donal Trump yang mengeluarkan kebijakan kontroversialnya yang mendiskriminasi Negara-negra islam diantaranya larangan umat muslim masuk ke AS, mengeluarkan larangan visa untuk 7 negera muslim. Dan yang baru-baru ini adalah rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Al-Quds yang sebenarnya wilayah tersebut adalah milik Palestina. Jika kita sejenak menoleh kebelakang melihat berapa banyaknya upaya-upaya Negara-negara barat khususnya Ameriak Serikat untuk meruntuhkan kejayan ISLAM baik di Negara islam atau yang mayoritas islam. Dan secara umum ada beberapa strategi Amerika Serikat dalam menghancurkan kejayaan Islam.
·         Menciptakan kondisi ketergantungan
Program bantuan luar negeri(foreign aid), seperti bantuan ekonmi, tenaga ahli, ahli militer dan pinjaman luar negeri  yang mengalir deras dari Negara-negara barat ke negra-negara islam, merupakan penciptaan kondisi ketergantungan. Secara kelembagaan barat/ amerika serikat menggunakan IMF(international monetary fund), sebagai sarana penciptaan kondisi ketergantungan tersebut. Bantuan yang dikucurkan IMF ke sebuah Negara seperti Indonesia pada masa krisis ekonomi sekarang selalu diiringi “pendiktean” kebijakan ekonomi politik sebagai syarat  lancarnya kucuran dana.

·         Penanaman rasa curiga dan permusuhan antara Negara-negara islam.
Strategi ini , misalnya terungkap dalam sebuah memorandum orientalis yang cukup akrab di telinga kita, Snouck Hurgronye “ tidak  faedahnya kita memerangi kaum muslimin atau berkonfrontasi menghancurkan islam dengan kekuatan senjata. Itu semua bias kita lakukan dengan  mengadu domba mereka dari dalam dan menanamkan perselisihan agama, pikiran dan mazhab dan menimbulkan keraguan kaum muslimin pada kebersihan pemimpin-pemimpin mereka”.  Kawasan islam yang sering menjadi menjadi korban dalam strategi ini adalah Timur tengah.

·         Pencegahan program persenjataan nuklir di Negara-negara islam
Barat bereakasi keras jika ada Negara islam yang memprogram pengembangan kemampuan nuklir nya. Lihat saja bagaimana Amerika serikat mengotaki penggulingan Zulkifli Bhutto(1977)  karena pemimpin Pakistan ini berencana membangun proyek nuklir, mendiamkan Israel menyerang pusat nuklir Irak(1981), dan mengecap Pakistan sebagai “Boom Islam” ketika ia di duga memiliki senjata nuklir. sebaliknya amerika serikat mendukung dan mendiamkan Israel  atau India memiliki kemampuan nuklir.

·         Peredaman dan pembasmian “kekuatan islam”
Gerakan-gerakan islam(harakah islam) yang merupakan oposisi terdepan terhadap hegemoni barat. Terlebih harakah islamiyah yang berjuang demi tegaknya syariat islam  di dunia ini, umumnya berkarakter anti barat. Starategi ini juga dilaksanakan dengan taktik  menciptakan dan mendukung  pemerintahan tirani, diktaktor dan otoriter di Negara-negara muslim. Tokoh Yahudi Menachem Begin, membela habis-habisan langkah presiden mesir Anwar Sadat dalam menanggapi para aktivis IKHWANUL MUSLIMIN, mengatakan lupakan saja praktek demokrasi  kalau hal itu bersangkutan dengan kaum muslimin. Hal tersebut juga dikemukakan orientalis berkebangsaan amerika W.C,Smith “ jika kaum muslimin diberikan kebebasan di negerinya sendiri dan hidup dibawah system demokrasi , islam akan mampu berkuasa di negeri ini, jalan satu-satunya yang mampu memblokade dan mendiskualifikasikan masyarakat islam dan agamnanya adalah system pemerintahan DIKTATOR”


Itulah beberapa strategi Amerika Serikat secara umum dalam upaya menghancurkan kejayaan islam dan umat Muslim.













referensi :
 Yanuar Ikbar, ekonomi politik internasional 1(bandung, FISIP press Unpad 1990 hal187

Ibrahim Abbah, hak dan Batil dalam pertentangan ( jakarta gema insani press 1997 hal 72




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel