Manusia Hipokrit (Munafik)





Abu Nuwas yang lebih akrab di Indonesia  dengan sapaan Abu Nawas merupan tokoh yang lebih dikenal melalui literatur atau film seribu satu malam, dengan nama asli Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami yang merupakan seorang pujangga dan sedikit banyak beranggapan beliau adalah seorang sufi, dikenal dengan tokoh yang cerdik melalui aksi-aksinya pada raja harun al rasyid selain itu banyak pula syair-syair yang ia buat, syair aliran khamrin yang merupakan salah satu aliran syair dimana beliaulah yang dianggap cikal bakalnya.  Ingatlah, segarkan aku dengan khamer, dan katakan itu khamer// jangan kau segarkan aku dengan kerahasiaan, apabila dilakukan dengan transparan// tak ada baiknya menutup-nutupi kelezatan dalam khamer merupakan salah satu syair khamrinnya, bukan tanpa latar belakang syair-syair yang beliau buat yang ternyata adalah sebuah sentilan terhadap zamannya saat itu, yang ia sebut HIPOKRIT. Sebuah kondisi atau perilaku individu yang menurutnya terlalu menutup-nutupi yang sebenarnya, ia suka namun berkata tidak suka, berkata haram namun ia sendiri melakukannya diam-diam.

Hipokrit secara bahasa dalam KBBI memiliki arti munafik dan berpura-pura. Sebelumnya saya meminta maaf, menjadi bersikap layaknya hakim terhadap manusia yang lain. Hipokrit atau berpura-pura adalah sebuah langkah bagi mereka untuk diterima dalam lingkungannya. Realitas dunia adalah panggung sandiwara saat ini hampir menjalar pada banyak segi atau bidang. Banyak dari mereka lantang mengatakan bahwa nilai tidak penting dan bukan sebuah terminan atau bahkan jaminan kecerdasan , namun sebuah keanehan bahwa yang mengatakan hal tersebut adalah mereka yang tidak puas dengan capaian mereka hingga anggapan tersebut dilontarakan keanehan selanjutanya ialah mereka melakukan hal apapun untuk mencapai nilai tinggi mencontok atau penyogokan. Di lingkup masyarakat misalnya terlalu banyak yang lantang mengatakan ini tidak boleh itu tidak boleh, ini haram namun nyatanya merekapaun menikmatinya.

Kemunafikan atau kepura-puraan ini tidak hanya sebatas realitas antara ungkapan dengan kenyataan namun pula dapat terjadi pada penambilan atau bahkan sekedar postingan yang hanya untuk mengejar tujuan prestise belaka. Namun tentu saja tidak semua yang tidak sesuai dengan realita dapat kita golongkan Hipokrit, Orang yang menjaga hal-hal pribadi bukan orang yang Hipokrit. Orang-orang yang menjaga sikap sopan santun juga bukan orang Hipokrit. Disini kita harus sepakat, menjaga hal yang pribadi bukan sebuah bentuk kesalahan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel