Merancang Kebijakan Yang Sistematis Serta Holistik






Sudah menjadi perbincangan umum kondisi saat ini, Indonesia seakan merasa terintervensi akibat pandemi Covid-19. Intervensi tersebut secara khusus telah diturunkan pada kondis perekonomian, sosial, politik atau bahkan penyebaran kasus pendemi Covid-19 itu sendiri saat ini. Bila memandang  scope yang lebih luas dimana menempatkan Indonesia  pada entitas negera berkembang seperti halnya negara lainnya. Hal tersebut cukup lumrah dan sudah normatifnya melihat negara maju pun saat ini disibukan bahkan merasa disulitkan oleh pandemi Covid-19.

Bila dipandang dari konteks tersebut, memang sebuah kenisbahan bagi indonesia. Tetapi dalam penelaahan lebih lanjut ternyata hal tersebut bukanlah hal yang patut di biasakan. Kondisi tersebut dapat di usut mulai dari awal terkonfirmasinya kasus positif di Indonesia hingga saat ini yang telah mencapai 12.776 kasus positif(data 07 mei 2020). Dengan kondisi tersebut sehingga harus disusun langkah-langkah yang sistematis dan bersifat holistik, yaitu:

1.     Koordinasi Horizontal-Vertikal terkait langkah serta prioritas penanganan. Pemerintah telah menerbitkan berbagai instrumen terkiat virus corona mulai dari Inpres, Keppres, Perpu serta PP. Instrumen tersebut akan sia-sia apabila antara pemerintah pusat dengan kementrian/lembaga (Horizontal)  serta pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau bahkan kabupaten (vertikal) tidak selaras serta memiliki prioritas berbeda dalam penanganan.

2.    Memperkecil atau bahkan menghilangkan asimetri Informasi. Berbedanya informasi yang dikeluarkan pihak-pihak terkait serta banyaknya kejanggalan akan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah hingga kemudian menimbulkan anomie yaitu keadaan masyarakat yang sudah muak dan jijik terhadap para pengambil kebijakan maupun kebijakan yang mereka rumuskan. Sehingga masyarakat akan bertindak tanpa menghiraukanhimbauan atau bahkan larangan pemerintah atau pihak terkait.

3.    Edukasi secara holistik. Holistik yang dimaksud terkait hal-hal seputar pandemi virus corona maupun daerah jangkauan. Ketidak tauan serta minimnya edukasi akan menyebabkan multi tafsir hal-hal terkait pandemi virus corona dan akan menimbulkan kepanikan yang akan mengurangi efektivitas penanganan pandemi virus corona. Sebab Panik membuat penyebaran virus semakin cepat dan luas karena saat orang panik, mereka cenderung sedikit sekali melakukan langkah-langkah pencegahan.


Dari ketiga langkah tersebut yang hendak dibangun adalah kepercayaan serta sikap optimis dari masyarakat, sebab kedua hal tersebut mempengaruhi efektifitas setiap kebijakan yang diberlakukan pemerintah.





Pimpinan Redaksi Harian Rakyat



Max Tollenaar













Daftar Pustaka



Pemerintah Indonesia.2020. KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 7 TAHUN 2O2O TENTANG GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN CORONA WRUSD/SEASE 2019 (cowid-1e).Sekretariat Negara.Jakarta.

Pemerintah Indonesia.2020. INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 4 TAHUN 2020 TENTANG REFOCUSSING KEGIATAN, REALOKASIA NGGARAN,S ERTA PENGADAAN BARANGD AN JASA DALAMR ANGKAP ERCEPATANP ENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19).Sekretariat Negara.Jakarta.

Pemerintah Indonesia.2020. KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2O2O TENTANG PENETAPAN KEDARUPGTAN KESEHATAN MASYARAKAT CORONA DISEASE 2Ot9 (COVID-19).Sekretariat Negara.Jakarta.

Pemerintah Indonesia.2020. PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2O2O TENTANG KEBIJAI(AN KEUANGAN NEGARA DAN STABILITAS SISTEM KEUANGAN UNTUK PENANGANAN PANDEMI coRoNA WRUS D/SEASE 2019 (COVID-19) DAN/ATAU DALAM RANGKA MENGHADAPI ANCAMAN YANG MEMBAHAYAKAN PEREKONOMIAN NASIONAL DAN/ATAU STABILITAS SISTEM KEUANGAN.Sekretariat Negara.Jakarta.

Pemerintah Indonesia.2020. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2O2O TENTANG PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM RANGKA PERCEPATAN PENANGANAN CORONA WRUS DISEASE 2019 (COVID-19).Sekretariat Negara.Jakarta.

Baha’Uddin, “Dari Mantri hingga Dokter Jawa: Studi Kebijakan Pemerintah Kolonial dalam Penanganan Penyakit Cacar Di Jawa Abad XIX-XX”, Humaniora. Vol.18 No.3 Yogyakarta, 2006.

Baha’ Uddin. 2000. “Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pada Masa Kolonial” dalam
Lembaran Sejarah Vol 2, No.2. hlm. 53-87.

Sholikah Putri Suni.2020.KESIAPSIAGAAN INDONESIA MENGHADAPI POTENSI PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE.Jakarta: KAJIAN SINGKAT TERHADAP ISU AKTUAL DAN STRATEGIS. vol.XII,No.3:13-18.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel