Bolehkah Mengganti Unta Yang Berbeda Umur Untuk Zakat?

 



Dalam hal tersebut misalanya? Mengeluarkan bintu labun (unta betina yang telah berumur dua tahun dan memasuki tahun ketiga) sebagai ganti bintu makhadh (unta betina yang telah berumur satu tahun dan memauki tahun kedua), atau mengeluarkan hiqqah (unta betina yang telah berumur ketiga tahun dan memasuki tahun keempat) sebagai ganti bintu labun dan bintu makhadh, atau menggeluarkan dua bintu labun atau dua hiqqah sebagai ganti jadza’ah (unta betina yang berumur empat tahun dan memasuki tahun ke lima), maka ini boleh. Mengenai hal ini kami tidak mengetahui ada perbedaan pendapat, karena ini berarti menambahai dari yang semestinya dengan jenis yang sama yang bisa dicukupi karena disertai dengna  yang lain. Yang seperti  ini mencukupi hanya dengan satu ekor, sebagai mana halnya bila tambahan itu pada jumlahnya.

            Imam Ahmad meriwayatkan di dalam musnad-nya dan Abu Daud di dalam sunan-nya dengan isnadnya dari Ubay bin Ka’b, ia menuturkan, “Rasullullah SAW mengutusku sebagai penearik zakat, lalu aku menghampiri seorang laki-lakim. Setelah ia mengumpulkan hartanya kepada ku, menurut hitunganku ia hanya berkewajiban mengeluarkan seekor bintu makhadh (unta betina yang telah berumur satu tahun dan memasuki tahun kedua), lalu aku katakan kepadanya’ aku dapati (kewajibannya) adalah seekor bintu makhadh, itu kewajiban mu.’

            Ia berkata . ‘itu tidak ada susunya dan tidak dapat ditunggangi. Tapi ini, unta muda yang besar dan gemuk, ambilah.’ Aku berkata, ‘aku tidak akan mengambil apa yang tidak diperintahkan. Ini Rasullulah SAW dekat denganmu, bila mau engkau silahkan menemui beliau, lalu mengajukan apa yang tadi engkau ajukan kepadaku. Bila beliau menerimanya darimu maka aku akan menerimanya. Tapi bila beliau menolaknya maka akupun menolaknya.’ Ia berkata, ‘aku akan lakukan’.’ Ia pun berangkat bersamaku dengan membawa unta yang diajukan kepadaku itu.

            Sesampainya didepan Rasullulah SAW ia berkata kepada beliau, ‘wahai nabi Allah, utusanmu telah sampai kepadaku untuk mengambil zakat hartaku. Demi Allah, Rasullullah dan utusannya tidak pernah berdiri pada hartaku (untuk memungut zakat), lalu ia (utusanmu) menyatakan bahwa kewajibannya adalah seekor bintu makhad, padahal itu unta yang belum bersusu dan tidak dapat ditunggangi. Akupun mengajukan unta (betina) dewasa yang gemuk dan besar agar ia mengambilnya, namun ia menolak. Ini dia untanya, aku membawakannya kepadamu wahai Rasullullah, ambillah.’ Rasullullah SAW bersabda, ‘itu memang yang wajib atasmu. Tapi bila engkau ingin tathawwu (beramal tambahan) maka Allah akan membalasmu. Kami menerimanya darimu.’ Laki-laki itu berkata lagi, ini dia (untanya) wahai Rasullullah, aku telah membawakannya untukmu.’ Rasullullah SAW kemudian memerintahkan untuk menerimanya, dan beliau mendoakan keberkahan kepada hartanya.”[1]

            Demikian hukumnya bila yang dikeluarkan melebihi dari kualitas yang semetinya, misalnya mengeluarkan yang gemuk sebagai ganti yang kurus, atau yang sehat sebagai ganti yang sakit, atau yang kualitasnya bagus sebagai ganti yang biasa-biasa saja (atau yang kualitasnya rendah), atau yang hamil sebagai ganti yang tidak hamil. Jadi, yang seperti itu dapat diterima dan mencukupi (sah), dan baginya tambahan pahala.




Sumber :

Kitab Fiqih Al Mughni Jilid 3, Ibnu Qudamah, Bagian Kitab Zakat Halaman 450-451.

Kitab Al-Mughni berisi fikih perbandingan mazhab atau dikenal dengan syarah matan Mukhtashar Al-Khiraqi. Beliau sebut Al-Mughni sebagai salah satu ensiklopedi fikih terbesar yang memaparkan perbedaan pendapat tingkat tinggi. 

 


[1] HR. Abu Daud (2/ح 1583) dan Ahmad (5/142). Al Albani berkata. “hasan”.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel